Decision

*tarik nafas panjang, tahan dan keluarkan lewat mulut..

Oke, gue mulai cerita kali ini.

Tepat sehari di malam natal, gue dapet berita yang gue bilang “berkah” banget. Ini ada kaitannya dengan postingan gue sebelumnya. Yap, gue diterima sama TN Manajer yang ngeinterview gue sebelumnya. Itu artinya gue bisa ke Korea dan ngajar anak-anak SMA di satu sekolah yang ada di Busan.

image

Tapi, kadang Tuhan berkehendak lain. Tanggal 25 Desember 2013, hmmm.. Hari itu gue panik sepanik-paniknya. Entahlah ini bener-bener kejadian yang udah digambarin sama ramalan zodiak gue bulan ini.

Karir: Kesempatan yang ada jagan terburu-buru diambil, karena kan ada kesempatan yang lebih besar kedepannya.

Gue bukan mau bilang, kalo gue percaya ramalan atau gimana. Tapi, semua hal yang terjadi sama gue kali ini menurut gue sama seperti apa yang di bilang sama ramalan itu.

Pertama, beberapa hal yang harus gue siapin buat berangkat ke Korea itu adalah ijin orang tua, uang saku dan tiket. It’s fine, nggak ada masalah dengan itu semua. Pada awalanya, itu emang nggak jadi masalah.

Kedua, gue harus nyipain dokumen-dokumen sebagai prasyarat. Seperti halnya passport dan visa. Damn, di sinilah masalah itu muncul. Gue udah nyaris gila. Passport bue baru selesai minggu depan dan ngurus visa itu minimal 15 hari sedangkan gue harus berangkat tanggal 9 Januari. It’s not possible.

Ketiga, alasan yang sama pun terjadi lagi. Sama seperti alasan kenapa gue nggak boleh kuliah jauh. Dimana dulu gue punya mimpi buat kuliah Teknik Sipil di Jogja ataupun kuliah Hukum di Trisakti. Persis, seperti apa yang gue alamin kali ini. Yah, gue penyakitan. Okeh dan itu semua menjadi alasan kenapa gue nggak bisa jauh dari orang tua gue.

Sebenarnya kalo aja, sekarang ini itu penyakit nggak muncul-muncul sih nggak papa. Tapi, entah kenapa mereka selalu aja datang di saat-saat kayak gini. Haah..

Yang jelas hari itu, rasanya kepala gue udah kayak mau meledak.

Dan akhirnya gue bicara sama orang tua gue. Mereka bilang, lebih baik jangan pergi. Nggak tau kenapa mereka punya firasat buruk. Terus, ayah bilang kalau musim salju itu kadar oksigen tipis dan bisa aja sewaktu-waktu di sana asma gue kambuh. Dan itu yang tiba-tiba ngebuat orang tua gue nggak ngasih ijin.

Lagi pula, ini udah hari kedua asma gue sering kambuh dan ya apa boleh buat.

Sebenarnya ini semua udah 90% dari apa yang udah gue lakuin demi program ini. Tapi, ya mau gimana lagi lah. Kadang hidup itu nggak berjalan lancar dan walapun gue harus ngelepasin apa yang udah ada di genggaman gue. Gue belajar apa yang namanya memilih dan ikhlas.

Quote: “Setidaknya kita pernah punya mimpi”

Suatu hari, gue pasti bisa ngewujudin mimpi gue. KOREA TUNGGU GUE :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s