12.13

Desember 2013.

Dia duduk di sini, tempat dimana gue duduk sekarang. *tepat di pot semen persis di depan pintu lapangan perbama gor 27 sep kampus gue.

Sendiri dan kadang melihat ke arah lapangan. Dia siapa? Gue bahkan nggak tau.

Beberapa kali gue mondar-mandir lewat di depannya. Pengen bilang, “nungguin siapa? Kenapa nggak masuk aja?” Tapi, nggak berani.

Gara-gara kasian juga ngeliat dia duduk di situ kayak anak hilang, gue akhirnya nyamperin dia. Terus gue bilang, “kak, kok disini aja? Kenapa nggak masuk?” .

Terus dia bilang, “gapapa, nungguin …”. Oh, dia nungguin temennya. Tapi, temennya itu adik tingkat gue. Lah?

Setelah hari itu, gue jadi sering merhatiin orang ini. Orang yang nggak pernah senyum, selalu aja datar, terus kata beberapa temen gue dia kalo ngeliatin orang bisa bikin kesel. Kalo gue bilang yang terakhir sih nggak.

Seminggu setelah Final Basket Fekonversary gue baru tau kalo dia adik tingkat.

Nggak kerasa udah setahun lebih. Hari ini rasanya, kayak balik ke awal lagi. Tapi, gue tau dia. Dia nggak tau gue.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s